Welcome To My Blog

Minggu, 12 Desember 2021

Mengenal Eritrosit ( Sel Darah Merah)


1. Apa itu Eritrosit?

    Sel darah merah, eritrosit (bahasa Inggris: red blood cell (RBC), erythrocyte) adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi mengikat oksigen yang diperlukan untuk oksidasi jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Terdapat kira-kira 5 juta sel darah merah per mm. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.

2. Bagaimana Struktur Eritrosit?

    Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap mililiter darah mengandung rata-rata sekitar 5 miliar eritrosit (sel darah merah), yang secara klinis sering dilaporkan dalam hitung terdapat 5 juta per milimeter kubik (mm3). Eritrosit berbentuk lempeng bikonkaf,yang merupakan sel gepeng berbentuk piringan yang dibagian tengah dikedua sisinya mencekung,seperti sebuah donat dengan bagian tengah mengepeng bukan berlubang. dengan diameter 8 µm, tepi luar tebalnya 2 µm dan bagian tengah 1 µm. 

    Sel darah merah memiliki struktur yang jauh lebih sederhana dibandingkan kebanyakan sel pada manusia. Pada hakikatnya, sel darah merah merupakan suatu membran yang membungkus larutan hemoglobin (protein ini membentuk sekitar 95% protein intrasel sel darah merah), dan tidak memiliki organel sel, misalnya mitokondria, lisosom atau aparatus Golgi. Sel darah manusia, seperti sebagian sel darah merah pada hewan, tidak berinti. Namun, sel darah merah tidak inert secara metabolis. Melalui proses glikolisis, sel darah merah membentuk ATP yang berperan penting dalam proses untuk mempertahankan bentuknya yang bikonkaf dan juga dalam pengaturan transpor ion (mis. oleh Na+-K+ ATPase dan protein penukar anion serta pengaturan air keluar-masuk sel. Bentuk bikonkaf ini meningkatkan rasio permukaan-terhadap-volume sel darah merah sehingga mempermudah pertukaran gas. Sel darah merah mengandung komponen sitoskeletal yang berperan penting dalam menentukan bentuknya.

3. Apa Fungsi Eritrosit?

    Fungsi utama eritrosit adalah transportasi dan pertukaran gas (oksigen, karbon dioksida) antara paru-paru dan jaringan. Namun fungsi eritrosit yang nyata adalah sebagai berikut ini seperti:

        a. Di kapiler paru, hemoglobin mengikat oksigen yang dihirup, membentuk oksihemoglobin. Zat  ini memberi eritrosit, dan karenanya darah arteri, warna merah cerah.

            b. Eritrosit kaya oksigen kemudian berjalan melalui arteri sampai mencapai kapiler jaringan.

            c. Dalam kapiler jaringan, oksigen dilepaskan dari hemoglobin dan berdifusi ke dalam jaringan.

     d. Secara bersamaan, karbon dioksida dari jaringan mengikat hemoglobin, membentuk    deoksihemoglobin. Zat ini memberi sel darah merah, dan darah vena, warna biru ungu.

       e. Eritrosit kaya karbon dioksida kemudian berjalan melalui darah vena menuju jantung, dan kemudian ke paru-paru. 

        f. Di dalam kapiler paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dari hemoglobin sebagai ganti dosis oksigen baru.

4. Berapa Jumlah Normal Eritrosit?

    Biasanya jumlah normal eritrosit yaitu sebagai berikut:

        Pria: 4,7 – 6,1 juta per mikroliter darah

        Wanita: 4,2 – 5,4 juta per mikroliter darah

        Anak-anak: 4 – 5,5 juta per mikroliter darah


Untuk pembahasan yang lebih lengkap mari simak video pembelajaran di bawah ini ⬇️⬇️⬇️


 File dapat didownload di bawah ini ⬇️⬇️⬇️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar